Sertifikasi POPA dan PPPA BNSP
Sertifikasi POPA dan PPPA BNSP merupakan standar kompetensi nasional bagi personel yang bertanggung jawab dalam pengendalian pencemaran air di perusahaan. Di tengah meningkatnya pengawasan lingkungan, sertifikasi ini tidak hanya menjadi kebutuhan kepatuhan regulasi, tetapi juga strategi penting untuk memastikan operasional industri berjalan aman, berkelanjutan, dan minim risiko hukum.
Pengertian Sertifikasi POPA dan PPPA BNSP
POPA (Penanggung Jawab Operasional Pengendalian Pencemaran Air) dan PPPA (Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air) adalah dua level peran berbeda yang diakui BNSP. Keduanya fokus pada pengelolaan limbah cair dan pencegahan pencemaran air, namun memiliki ruang lingkup, tanggung jawab, dan persyaratan kompetensi yang tidak sama.
Sertifikasi POPA dan PPPA BNSP memastikan bahwa individu yang ditunjuk perusahaan memiliki kemampuan teknis dan manajerial sesuai standar nasional.
Perbedaan Tanggung Jawab POPA dan PPPA
1. Tanggung Jawab POPA (Operasional)
POPA berfokus pada pelaksanaan teknis di lapangan, antara lain:
-
Mengoperasikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
-
Memastikan proses pengolahan berjalan sesuai SOP.
-
Melakukan pencatatan, pemantauan parameter, dan pelaporan rutin.
-
Mengidentifikasi potensi gangguan operasional dan melakukan tindakan korektif awal.
Dengan kata lain, POPA adalah eksekutor operasional yang memastikan sistem pengendalian pencemaran air berjalan secara harian.
2. Tanggung Jawab PPPA (Pengendalian/Manajerial)
PPPA memiliki peran yang lebih strategis dan pengambilan keputusan, meliputi:
-
Menyusun kebijakan dan program pengendalian pencemaran air perusahaan.
-
Menganalisis hasil pemantauan dan menentukan tindakan perbaikan.
-
Mengkoordinasikan pelaporan kepada manajemen dan instansi terkait.
-
Mengawasi kinerja POPA dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
PPPA bertindak sebagai pengendali dan penanggung jawab tingkat manajerial.
Perbedaan Kewajiban POPA dan PPPA
Kewajiban POPA:
-
Menjalankan sistem pengolahan limbah sesuai prosedur.
-
Menjaga konsistensi pencatatan data operasional.
-
Melaporkan ketidaksesuaian atau potensi pencemaran kepada atasan/PPPA.
Kewajiban PPPA:
-
Menjamin perusahaan mematuhi seluruh peraturan lingkungan hidup.
-
Menetapkan standar internal pengelolaan limbah cair.
-
Bertanggung jawab atas keputusan strategis bila terjadi pelanggaran atau temuan audit.
Perbedaan Persyaratan Sertifikasi POPA dan PPPA BNSP
Persyaratan POPA:
-
Pendidikan minimal SMA/SMK atau setara (diutamakan bidang teknik/lingkungan).
-
Pengalaman kerja operasional di IPAL atau pengelolaan limbah cair.
-
Mengikuti pelatihan dan lulus uji kompetensi BNSP.
Persyaratan PPPA:
-
Pendidikan lebih tinggi (umumnya D3/S1 bidang lingkungan/teknik).
-
Pengalaman kerja dalam pengelolaan lingkungan atau posisi supervisi/manajerial.
-
Memiliki pemahaman regulasi dan kemampuan analisis pengendalian pencemaran.
-
Lulus asesmen kompetensi BNSP.
Manfaat Sertifikasi POPA dan PPPA BNSP
-
Kepatuhan Hukum: Mengurangi risiko sanksi lingkungan.
-
Reputasi Perusahaan: Menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan.
-
Efisiensi Operasional: Sistem pengolahan limbah lebih terkontrol.
-
Pengembangan Karier: Meningkatkan daya saing profesional di bidang lingkungan.
Pelatihan dan Sertifikasi Bersama Askha Consulting
Askha Consulting menyediakan pelatihan dan pendampingan sertifikasi POPA dan PPPA BNSP yang terstruktur, aplikatif, dan sesuai kebutuhan industri. Materi disusun berdasarkan praktik terbaik, studi kasus nyata, serta persiapan asesmen BNSP.
Ingin memastikan peran POPA dan PPPA di perusahaan Anda berjalan sesuai standar nasional? Hubungi Askha Consulting sekarang untuk jadwal pelatihan, persyaratan pendaftaran, dan pendampingan sertifikasi. Kami siap menjadi mitra strategis pengelolaan lingkungan perusahaan Anda.
Daftar Sekarang! Tingkatkan kompetensimu dan raih sertifikasi BNSP bersama Askha Consulting.
Askha Consulting
𝙏𝙖𝙠𝙞𝙣𝙜 𝙔𝙤𝙪 𝙏𝙤 𝙏𝙝𝙚 𝙉𝙚𝙭𝙩 𝙇𝙚𝙫𝙚𝙡!
Askha Consulting